Assalamualaikum semua...

Sena mau berbagi cerita nih, soal yang Sena kemaren on air di RRI 94,3 FM Medan. Sena kesana gak sendirian. Sena juga sebenarnya diajak oleh mentor Sena, Pak Adit. Dia yang diundang disana. Sena diajak untuk mendampingi Pak Adit sebagai Client-nya. Jadi tema yang diangkat kemaren yaitu tentang “Pentingnya Desain Dalam Sebuah Bisnis”.  
Nah, jadi Pak Adit adalah seorang penulis, Owner DreamArch Animation, dll heheh. Untuk lebih detailnya tentang pak Adit temen-temen bisa buka fb nya pak Adit, nama akunnya “Aditya Kryoadi”. Gak nyesel pastinya kepoin pak Adit. Apalagi sampe kenal dengan orangnya. Bakal banyak manfaat yang bisa kalian dapat dari mengenal seorang pak Adit. Trust me! :D

Sena kurang ingat pasti kapan pertama kali Sena kenal dengan pak Adit. Yang Sena ingat kalau gak salah waktu pelatihan yang diadakan oleh salah seorang temen Sena yang dia adalah seorang EO. Dan pematerinya saat itu adalah pak Adit. Seingat Sena sih gitu, heheh. Nah, semenjak itulah kami mulai sering sharing-sharing sampai sekarang pak Adit Sena angkat jadi “Mentor” Sena.
Pak Adit juga yang Sena percayakan untuk bagian desain usaha Sena seperti Logo, Coorporate Identity, dll. Nah, jadi alasan kenapa Sena bisa diajak pak Adit ke RRI ya, itu. Karena Sena clientnya, dan Sena juga clientnya yang paling kece kayaknya. Hahahah

“Pentingnya Desain Dalam Sebuah  Bisnis”. Itulah tema yang kita bahas kemarin di RRI. Sebagian teman-teman disini Sena yakin sudah tau gimana pentingnya desain dalam sebuah bisnis, kan? Ok, buat temen-temen yang belum tau kita bahas sedikit ya sebagai pandangan dasar temen-temen tentang begitu pentingnya desain dalam bisnis.

Desain itu adalah implementasi dari usaha kita. Jadi buat kita yang punya usaha, mulai tentukan desain yang pas untuk menggambarkan usaha kita. Tentukan merk dari usaha kita apa. Dan setelah itu buat logonya. Dari situ akan timbul desain-desain lain, seperti desain flyernya, banner, kartu nama, dll.

Semua desain yang kita tentukan akan berdampak pada usaha kita. Kita sendirilah yang tentukan mau seperti apa brand kita dimata costumer. Jadi, mulai sekarang tentukan ya buat kamu para pengusaha pemula atau pun yang sudah lama. Jangan buat costumermu berimajinasi akan brandmu. Tentukan akan bagaimana orang melihat brandmu.

Nah, itu sebagai kata sambutan tentang pentingnya sebuah brand ya teman-teman. Selanjutnya teman-teman bisa cari tau dimanapun itu. Kita lanjut ke cerita di RRI ya..
Jadi sebelum berangkat ke RRI Sena sudah dipesankan oleh pak Adit untuk bawa Pecel ke sana. Sampai disana, sebelum siaran kami makan Pecel dulu dan gak lupa pastinya dokumentasi yaitu selfie. Hihihi

Obrolan pun mengalir dari pertanyaan ringan soal nama, sampai ke agak berat mengenai status. Hahahh, agak berat memang kalau pertanyaannya soal status ini. Gak lama ngobrol-ngobrol, kami pun mulai siaran.

Selama siaran obrolan kami mengalir begitu lancar. Banyakan becandanya daripada seriusnya. Ternyata enggak sekaku yang sena fikirin. Maklum, perdana masuk radio, heheh.
Gitu aja sih ceritanya selama siaran di RRI Medan. Ambil manfaatnya dan maafkan kesalahannya. Hahah..

Oh ya ada quote bagus nih dari Steve Job,
“Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.”-
Sampai ketemu di tulisan selanjutnya ya...

. BIG WHY

Teman-teman punya alasan kenapa pilih menjadi PENGUSAHA? Dengan tegas saya akan bilang,
“HARUS PUNYA BIG WHY!”
Kenapa harus? Ya karena apa jadinya kita punya tujuan tanpa alasan? Tuhan juga punya alasan kenapa kita diciptakan, bukan?
Semua yang terjadi di dunia tidak diciptakan tanpa alasan. Jadi, apa mungkin kita memilih sesuatu tanpa alasan?
Tanpa ALASAN YANG KUAT/BIG WHY kita tidak akan tau GOAL kita akan kemana dan jadi seperti apa nantinya. Kalau tidak punya KENAPA, maka tidak akan ada APA-APA.



2.    GOAL


Seperti kata-kata saya diatas “kalau kita tidak punya KENAPA, maka tidak akan ada APA-APA”. Sudah di list belum alasannya memilih? Sudah punya KENAPA nya dong kan..
Berarti sekarang kita masuk ke GOAL nya.
Apa sih GOAL/PENCAPAIAN yang ingin dan harus kamu wujudkan dari pilihanmu menjadi seorang pengusaha? Pengen seperti apa usaha kamu kedepannya? Pengen seperti apa keuanganmu kedepan? Dan bla bla bla goal lainnya.
Untuk membuat goal juga harus SMART pastinya. Jangan ngasal, setiap tindakan harus pake ilmu.

S=Specific

Ya. GOAL harus spesifik. Hindari membuat goal yang ambigu, ngambang. Goal harus spesifik. Benar-benar spesifik. Tujuannya adalah agar bisa terfokus dan didefenisikan dengan baik. Karena goal yang lebih spesifik memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dicapai daripada goal yang masih bersifat umum.
·         Saat anda menetapkan tujuan, pastikan anda bisa menjawab pertanyaan 6W ini:
1.      Who – Siapa yang terlibat?
2.      What –  Target apa yang ingin anda capai?
3.      Where – Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
4.      When – Kapan target ini akan dicapai? Tentukan tenggat waktu
5.      Which – Persyaratan dan hambatan yang akan anda temui dalam proses? Identifikasi hal tersebut.
6.      Why – mengapa anda menetapkan tujuan ini? Tuliskan alasan dan manfaat jika anda berhasil mencapai target anda.

M=Measurabel (terukur)

Setelah membuat goal yang spesifik, seelanjutnya adalah melihat progress nya seperti apa.
Untuk itu, ukurlah progress dengan:
·         Menanyakan pertanyaan How – Berapa banyak dan bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai .
·         Membuat daily reminder untuk menilai dan memastikan progress anda – buatlah jurnal harian untuk menuliskan hal-hal penting yang terjadi dalam proses anda mencapai target. Sehingga, anda dapat megetahui sudah seberapa dekat anda kepada target anda.


A=Achiveable (dapat dicapai)

Poin ketiga ini menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai (attainable), artinya target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Untuk membuat target anda tercapai anda perlu:
·         Menilai apakah tujuan yang sudah anda tetapkan dapat dicapai atau tidak, dengan mengukurnya dari beban kerja tim, pengetahuan dan kemampuan tim atau dari sumebr daya lain yang mendukung . Jika tidak, maka anda bisa menetapkan tujuan lain yang bisa anda capai di masa sekarang.
·         Target yang attainable juga akan menjawab pertanyaan, seperti : Apakah anda sudah memiliki komitmen kuat untuk mencapai tujuan anda? Apakah ada target lain yang lebih besar yang ingin anda capai?

R=Relevan

Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan.
Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ‘ya’ untuk semua pertanyaan ini:
·         Apakah target ini layak diperjuangkan?
·         Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
·         Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang lain?
·         Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?

T=Time Based

Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi. Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.
Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut:
·         Kapan?
·         Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari sekarang?
·         Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari sekarang?
·         Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?***


3.    SELESAIKAN MASALAH DIRI SENDIRI

Tak hanya di daerah pelosok, di perkotaan masyarakat minim untuk persentase budaya bacanya.  Beragam faktor turut mempengaruhi budaya membaca masyarakat. Mulai dari minat membaca, faktor sosio-kultural masyarakat hingga daya beli terhadap bahan bacaan. Dalam hal ini, daerah pedesaan dengan beragam keterbatasannya membutuhkan perhatian yang ekstra.
Daerah pedalaman atau pedesaan kerap berada jauh dari sumber bacaan (perpustakaan atau toko buku). Jika ada, itupun dalam jumlah kecil dengan variasi bacaan yang terbatas. Selain itu, daya beli masyarakat juga rendah karena harga yang terbilang mahal.
Kondisi semakin kompleks karena bagi penduduk di pedesaan umumnya orang tua merasa tamat Sekolah Dasar saja sudah dianggap cukup memenuhi pendidikan anaknya. Mereka yang melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi hanyalah segelintir orang saja.
Terlepas dari rendahnya pendidikan anak-anak di desa, anak-anak dibiarkan berkembang apa adanya tanpa lagi memperhitungkan pendidikan informal yang harusnya mereka dapat. Oleh beberapa alasan tersebut, Ulil Albab melalui jaringan layanan Sahabat Pendidikan-nya meluncurkan program rumah baca anak untuk daerah pelosok dan pedesaan.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca anak agar mereka bisa menambah wawasannya melalui membaca. Rumah Baca hadir sebagai pendukung untuk memenuhi fasilitas membaca tersebut.
Rumah baca anak lahir dari pengembangan program Gerakan Waqaf Buku yang berjalan sejak 2014. Gerakan ini mengajak masyakat perorangan, organisasi, lembaga ataupun institusi untuk berdonasi buku baru ataupun lama tapi layak baca. Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, beberapa toko buku, dosen-dosen dari beberapa kampus di Medan, organisasi mahasiswa dan lain-lain juga telah ikut berpartisipasi mendonasikan buku pada program ini.
Setelah berhasil menyalurkan buku dari gerakan tersebut ke beberapa tempat seperti MIS di Tanjung Morawa, sekolah dasar di Besitang, dan kepada da’i di berbagai daerah di pelosok Sumatera Utara. Pada Desember 2015, gerakan ini berkembang menjadi program rumah baca anak yang dipantau langsung oleh Salman selaku manajer Sahabat Pendidikan. Akhir Desember 2015 lalu, rumah baca anak telah berdiri di Desa Limang, kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.
Inggit Suri Chairani selaku project manager rumah baca anak menjelaskan tak hanya menyediakan buku sebagai bahan bacaan, mereka juga mendesain bagian dalam rumah baca untuk menarik minat baca anak, “Dalam pelaksanaannya, rumah baca anak tidak hanya menyediakan buku sebagai bahan bacaan tetapi bagian dalam rumah didesain semenarik mungkin untuk menarik minat pembaca yang umumnya adalah anak-anak,” jelasnya kepada Go Sumut beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa bangunan fisik rumah baca adalah rumah penduduk yang sudah difungsikan sebagai tempat bermain anak-anak, belajar, dan mengaji. Tempat ini dikelola oleh tokoh masyarakat di daerah tersebut.
Sahabat Pendidikan Ulil Albab sebagai penanggung jawab rumah baca bekerjasama dengan tokoh masyarakat tetap berupaya melakukan pendekatan kepada para orang tua untuk mendorong anak-anaknya agar rutin mengunjungi rumah baca sebagai upaya untuk melestarikan budaya membaca bagi anak-anak di sekitar desa ini.
Teks foto: Penanggung jawab berfoto bersama masyarakat sebagai pengelola rumah baca anak di desa Limang, kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo. Program rumah baca terlaksana sebagai upaya pelestarian budaya membaca bagi anak-anak di sekitar desa ini.