Sejarah Pecel Nek Atik


Assalamualaikum para cucu Nek Atik dimanapun kalian berada. Aku mau lanjutin cerita tentang Pecel Nek Atik yang kemaren aku post di Instagram @pecelnekatik (cus buruan follow).


Nah, jadi sejak tahun 1960-an itu nenek memang sudah berjualan pecel keliling naik sepeda juga, sama seperti aku pertama kali. Nenek juga sempat punya warung pecel yang pecelnya sudah dikenal banyak orang. Bahkan dari cerita bapak, bumbu pecel nenek dulu sudah sampai di luar negeri, loh. Jika ada pelanggan nenek yang bepergian ke luar negeri atau pulang kampung (rata-rata pelanggannya orang Chinese) mereka pasti pesan bumbu pecel nenek.

Nenek itu asli orang Madiun, Jawa Timur. Merantau ke Medan, menikah dan punya anak-anak yang juga dibesarkan di Medan. Nenek menikah dengan lelaki bernama Muhammad Yusuf, atok kami yang dianya adalah orang Melayu Deli. Atok lah dulu yang jadi tukang tumbuk bumbu pecelnya nenek. Dan sekarang yang tau resep bumbu pecel nenek itu hanya bapak.

Sejak  atok meninggal, bapak lah yang menjadi tukang tumbuk bumbu pecelnya. Bapak anak terakhir dari empat bersaudara, dan dia anak laki-laki satu-satunya. Dari ceritanya bapak, sejak sekolah dasar dia sudah menumbuk bumbu pecel, loh. Sampai-sampai kalua dia mau main itu susah banget. Temennya yang datang kerumah itu pada diusir sama nenek kalau dia lagi kerja gak boleh. hihihi... 

Namun, sejak bapak sudah tamat SMA nenek tidak berjualan lagi. Kakak-kakak bapak sudah pada menikah dan bapak memutuskan untuk bekerja merantau ke Riau. Dan anak-anak nenek tidak ada satupun yang melanjutkan usaha nenek.

Sampai pada akhirnya…..

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar