Journey Tukang Pecel #3 Tidak Punya Pilihan



“orang tua tau yang terbaik untuk anaknya”. Aku rasa kalimat itu tidak selalu benar. Ada kok, orang tua maksa benget buat anaknya jadi ini, anaknya dipaksa nikah dengan orang yang dipilihkan, dan lain-lain lah. Tapi, pada akhirnya anaknya bisa aja gak maksimal dalam pekerjaannya, gak bahagia dalam pernikahannya atau yang lainnya. Walau tidak sedikit juga pilihan orang tua itu memang tepat buat anaknya.

Tapi, yang aku rasakan saat itu, AKU YAKIN INI BUKAN YANG TERBAIK. Ya, jelas aku tidak suka, tidak mau, tidak punya mental juga, tidak punya ilmu jualan juga lah. Sedangkan aku dulu disekolahkan di Pesantren yang gak ada belajar jualannya.

Aku pun memutuskan untuk menjalankan bisnis MLM itu (yang pernah aku ceritain di cerita sebelumnya). Walau kalau dipikir-pikir aku juga tidak punya skill untuk menjalin relasi untuk merekrut orang mau join di bisnis ini. tapi, motivasi yang kuat dari upline ku cukup kuat menarikku untuk yakin menjalani kerjaan itu. Dan kebetulan juga upline-nya kakak seniorku sewaktu di pesantren. Jadi, ya keyakinannya bertambah karena ada orang yang aku kenal dan percaya dia tidak akan menyesatkanku.

Di bisnis MLM ini setiap minggunya mengadakan seminar gitu. Di seminar itu gak hanya sekedar cakap-cakap doang. Menariknya, setiap kali seminar selalu ada pembicara ( guest speaker) yang luar biasa pencapaiannya dalam bisnis ini. yang sudah dapat hadiah jalan-jalan dalam dan luar negeri, sudah diumrahkan juga dari bisnis ini bahkan ada yang sudah sampai mengumrahkan kedua orang tuanya. Gimana kita gak tergiur coba? Apalagi kalo udah sampai bawa-bawa pembicaraan ke arah membahagiakan orang tua, pasti serrr banget. Bahkan bisa dibuat menangis tersedu-sedu kita sama pembicaranya kalo udah bahas ini mah. Memang ya, kalo udah bawak orang tua katanya, serasa ada yang ngolesi balsem di mata.

Aku jalani bisnis MLM ini juga tidak diam-diam kok. Aku transparan aja ke orang tuaku. Coba ngeyakinin mereka juga kalau aku janji akan bahagiakan mereka dari kerjaan ini. tapi, taukah kalian guys, orang tuaku bilang apa?!
“MLM itu gak betul. Gak akan bisa kau jalani bisnis itu. Itu harus kerja keras cari orang yang akan jadi dowline kita. Udah, jualan pecal aja yang betol.” Gitu katanya...
Tertampar dong pastinya kan... orang tua kita sendiri aja pun gak percaya dan gak support jalan kita. Tapi, apakah aku nyerah? Tidak semudah itu ferguso! Aku malah semakin tertantang untuk memberikan pembuktian kepada mereka bahwa aku bisa dan akan membahagiakan mereka. Aku melihat orang bisa, kenapa aku tidak bisa?!

Aku tidak begitu ingat berapa lama aku mencoba menjalankan bisnis MLM itu. Seingatku tidak lama. Hanya berjalan 1 atau bulan saja. Kenapa? Aku selalu tidak di support dikeluargaku, juga, ada satu tujuanku balik ke Medan:kuliah. Waktu akan masuk kuliah sudah sangat dekat. Sedangkan orang tuaku sudah bilang dari awal bahwa mereka tidak bisa membiayai kuliahku. Jika kau mau kuliah, maka kau harus cari biaya kuliahmu sendiri. Entah itu uang kuliah, dan biaya hidupmu yang lain. Begitu katanya.

Sudah aku coba jalani MLM ini, tapi juga tidak membuahkan hasil. Dimana, ya mungkin karena aku juga belum banyak relasi dan keahlian komunikasi. Kan baru keluar dari pesantren juga. Masih malu malu karena belum biasa dengan dunia luar. Entah juga, karena tidak direstui orang tua. Hmmm, mungkin kali ya...

Stuck. Tidak punya pilihan lain selain apa yg diingini orang tuaku. Ya, JUALAN PECEL KELILING.

Related Posts

1 komentar

  1. Keren kak Sena perjalannya... aku masih ingat ketika kakak brbagu cerita begitu panjangnya masih di tour and travel sebelum jualan pecel hehe.....
    kita begitu akrabnya meski belum pernah kenal sebelumnya. barangkali mungkin di karenakan kita punya bathin yang lahir dari pesantren yang sama.

    salam dari Defri Ariandi
    Kawan lama dari Karimun, Kepulauan Riau

    BalasHapus